Entry: arti kehidupan Jul 10, 2006



   I consider myself very lucky.. Aku mempunyai sahabat - sahabat yang menyayangi aku dan selalu ada untukku. Beberapa hari yang lalu, dalam suatu perjalanan mencari arti kehidupan, aku tersentak diam ketika hidup membenturkanku dalam kegelapan.. Aku terperangkap dalam keadaan dimana aku tak mengerti apa yang sedang terjadi, aku tak kuasa melakukan yang kuinginkan, aku tak mampu menangkap pertanda yang mungkin telah memperingatkanku.. Aku mendadak buta, tidak mampu mengenali arah yang harus kujalani.. Arus perasaan yang selama ini terbendung erat mulai memberontak dan menunjukkan dirinya.. Rasa sedih, pedih, perih menerpaku, tanpa mengetahui alasan dibalik semua itu.. Yang aku tahu hanyalah hidup memutuskan untuk mengajariku suatu langkah pendewasaan.. Namun kepedihan yang dihasilkan telah mengirisku, membutakanku, membuatku membeku. 
   Di tengah kebekuanku, seorang sahabat mengulurkan tangannya untuk menuntunku. Ia menyalakan lentera hatinya dan dengan bantuannya, aku mulai menemukan jalanku. Ia menorehkan kekhawatirannya untukku dan saat  membacanya, aku mulai terbangun, mulai menemukan kembali akalku dan mulai menyadari pertemuanku dengan sebuah arti kehidupan. Sahabat mengizinkanku untuk membaginya dengan teman - temanku. Please read & enjoy..

 

Apa inginmu?

Kali ini, pertanyaan itu kembali terurai

Apa inginmu hingga kau disini?

Jalani resahmu, jalani rindumu, jalani ragumu?

Apa inginmu hingga kau terdiam dan membisu?

Berbicara dengan hati dan pikiranmu

Mencoba temukan jawaban yang telah kau tentukan jawabannya pada awal kita uraikan kisah ini

Apa inginmu hingga kau tak lagi bergerak?

Menahan tangisan itu hingga kau biarkan rasiomu berkuasa dan bertindak

Saat matamu tertutup dan kaujalani jalan itu, tidakkah kau ingat inginmu?

Dan jawaban yang kau temukan saat kau sesaat membeku dengan waktu dan melihat hamparan hidupmu dari jendela mata hatimu?

Apa inginmu hingga kini tak lama ketenangan menghuni jiwamu?

Berhentilah...sejenak...

Berhentilah...dan lihat...

Berhentilah...renungi jalan-jalan itu

Berhentilah...dan tentukan arahmu...

Berhentilah...berhentilah...

Tentukan inginmu...

Kau tahu, takkan kautemukan damaimu saat kau memilih tuk tidak memilih...

Pembicaraan kita malam ini sesaat membuat diriku tercekat...sebegitu dalamnyakah rasa pedihmu hingga kau tak lagi mampu rasakan itu? Akuilah, hadapilah...walau mungkin konsekuensi itu tak mampu kau jalani...namun kau sendiri tahu, takkan tiba damaimu tanpa kau memilih...jalan ini takkan berakhir hari ini tanpa kau yang mengakhiri...saat kau katakan "nanti"...definisi waktu menjadi terlalu abstrak dan batas akhir takkan pernah wujud...kau sendiri tahu jawabmu...kau sendiri tahu inginmu...kini apa langkahmu? Aku disini, rindukan saat kau akhirnya kembali berdiri tegak dan jalani hidupmu dengan pasti...seperti saat kumengenalmu selalu....

   Sepertinya sudah tiba waktuku untuk menikmati badai dari angin yang kutanam, menikmati gelap seiring dengan redupnya lilin yang menetesiku dengan panasnya, menikmati rasa takut atas keberanian yang kulepaskan, menikmati perih atas permainan yang kulakukan..

   "Berat banget malam ini buat gue. di satu sisi gue ingin rasa ngga enak ini segera berakhir, namun di sisi lain, gue ngga ingin berpisah dan kehilangan"
(sms dariku untuk sahabatku)

if you want to meet the author, please visit http://leonaprafidya.blogs.friendster.com/leona_prafidya_blog/
dan sampaikan salamku untuknya..

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments