Entry: bahasa Nov 28, 2005



   Setiap aku bicara bahwa aku akan pergi ke Hongkong, semua orang menyarankan aku untuk berbelanja. Market - market di Hongkong dikenal punya barang sekualitas Mangga dua dengan harga yang lebih murah. Dengan bekal peta jalanan dan (tentu saja) sedikit uang hasil malakin bokap, aku menjelajahi kota Hongkong untuk mencari market sendirian pada hari pertama.

   Apa yang terjadi, aku hanya pulang membawa 5 gantungan HP ngga jelas dan beberapa pernak - pernik dari batu jade. Kenapa? Pengalamanku berbelanja di Hongkong kemarin membuktikan bahwa, kalau tidak bisa berbahasa Cina (didukung dengan tampang Jawa), maka hongkong tidak semurah yang dikatakan orang - orang. Aku banyak sekali membuat kesalahan dan akhirnya menyerah untuk berbelanja, karena aku dan si tukang jualan tidak saling mengerti. Kita tidak bicara menggunakan bahasa yang sama. Sebagai contoh, ketika aku membeli gantungan HP, dalam sign tertulis 5 - $10. Jadi aku bertanya "is it $10 for 5?" sembari menunjuk bendanya. Si penjual (nenek - nenek) mengangguk penuh semangat. Aku memilih 5 dan memberikan uang $100. Tapi kembalian yang diberikan hanya $75, ternyata harganya bukan $10 namun $5 untuk satu benda. Si penjual berusaha menjelaskan dengan bahasanya dan aku berusaha membantah dengan bahasaku. Ngga nyambung, udah jelas! Akhirnya aku yang menyerah dan pergi.

   Masalah yang terjadi antara kita berdua adalah masalah bahasa. Kita tidak bicara menggunakan bahasa yang sama, sehingga maksud yang ingin disampaikan tidak berhasil. Sebenarnya, hal ini bahkan sering terjadi pada orang yang berbicara dengan bahasa yang sama. Ngga perlu diberikan contoh lagi kan tentang kejadian yang disebabkan oleh kesalahpahaman.. Dari mulai tawuran, sampai perang pernah terjadi, hanya karena kesalahpahaman. Kenapa dua kekasih bisa memutuskan untuk tidak berhubungan lagi? Karena yang satu gagal untuk mengerti yang lain..

   Apa yang bisa aku ambil dari pengalaman HK itu? Bicaralah dengan jelas.. Ungkapkan apa yang ingin diutarakan dengan bahasa yang dapat dimengerti lawan bicara. Karena yang ada dalam pikiran kita sudah pasti berbeda dengan apa yang ada dalam pikiran orang lain, sehingga yang tersirat belum tentu disuratkan sama pada semua orang. Berusahalah untuk melihat dari beberapa pandangan, karena yang disuratkan dalam pikiran kita, belum tentu merupakan arti dari yang tersirat.


   But a girl's gotta do what a girl's gotta do! Besoknya, aku tetap menjelajahi market - market kota Hongkong dan berhasil berbelanja :)

Uwi's condo
Tampines, Singapore..

PS: Happy Birthday Uwi!!

   1 comments

Jim
November 29, 2005   11:19 AM PST
 
Hmmm.... Setujuh dah dengan pendapatnya si mbak;));))

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments