Kali ini, pertanyaan itu kembali terurai
Apa inginmu hingga kau disini?
Jalani resahmu, jalani rindumu, jalani ragumu?
Apa inginmu hingga kau terdiam dan membisu?
Berbicara dengan hati dan pikiranmu
Mencoba temukan jawaban yang telah kau tentukan jawabannya pada awal kita uraikan kisah ini
Apa inginmu hingga kau tak lagi bergerak?
Menahan tangisan itu hingga kau biarkan rasiomu berkuasa dan bertindak
Saat matamu tertutup dan kaujalani jalan itu, tidakkah kau ingat inginmu?
Dan jawaban yang kau temukan saat kau sesaat membeku dengan waktu dan melihat hamparan hidupmu dari jendela mata hatimu?
Apa inginmu hingga kini tak lama ketenangan menghuni jiwamu?
Berhentilah...sejenak...
Berhentilah...dan lihat...
Berhentilah...renungi jalan-jalan itu
Berhentilah...dan tentukan arahmu...
Berhentilah...berhentilah...
Tentukan inginmu...
Kau tahu, takkan kautemukan damaimu saat kau memilih tuk tidak memilih...
Pembicaraan kita malam ini sesaat membuat diriku tercekat...sebegitu dalamnyakah rasa pedihmu hingga kau tak lagi mampu rasakan itu? Akuilah, hadapilah...walau mungkin konsekuensi itu tak mampu kau jalani...namun kau sendiri tahu, takkan tiba damaimu tanpa kau memilih...jalan ini takkan berakhir hari ini tanpa kau yang mengakhiri...saat kau katakan "nanti"...definisi waktu menjadi terlalu abstrak dan batas akhir takkan pernah wujud...kau sendiri tahu jawabmu...kau sendiri tahu inginmu...kini apa langkahmu? Aku disini, rindukan saat kau akhirnya kembali berdiri tegak dan jalani hidupmu dengan pasti...seperti saat kumengenalmu selalu....
Sepertinya sudah tiba waktuku untuk menikmati badai dari angin yang kutanam, menikmati gelap seiring dengan redupnya lilin yang menetesiku dengan panasnya, menikmati rasa takut atas keberanian yang kulepaskan, menikmati perih atas permainan yang kulakukan..
"Berat banget malam ini buat gue. di satu sisi gue ingin rasa ngga enak ini segera berakhir, namun di sisi lain, gue ngga ingin berpisah dan kehilangan"
(sms dariku untuk sahabatku)